Efektivitas Pembelajaran

Tinjauan Tentang Efektivitas Pembelajaran Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (1990:219) dikemukakan oleh Mulyasa (2003:82) bahwa efektif berarti ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya), manjur atau mujarab membawa hasil. Keefektifan proses pembelajaran berkenaan dengan jalan, upaya teknik, dan strategi yang digunakan dalam mencapai tujuan secara optimal, tepat dan cepat Nana Sudjana yang dikutip Zamtinah (2006:127-128). Faktor yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran antara lain kemampuan guru dan menggunakan metode. Metode dalam proses pembelajaran dipengaruhi oleh faktor tujuan, siswa, situasi, fasilitas dan pengajar itu sendiri. Semakin tepat dan baik penggunaan suatu metode dan media pembelajaran, maka akan semakin efektif pula pencapaian tujuan yang telah ditetapka, sehingga hasil belajar siswa lebih baik dan mantap Winarno Surakhmad, yang dikutip Zamtinah (2006:127-128). Lipham dan Hoeh yang dikutip Mulyasa (2003:83) meninjau efektivitas sebagai suatu kegiatan dari faktor pencapaian tujuan yang memandang bahwa efektivitas berhubungan dengan pencapaian tujuan bersama bukan pencapaian tujuan pribadi. Suatu organisasi dan lembaga, termasuk sekolah dikatakan efektif jika tujuan bersama dapat dicapai, dan belum bisa dikatakan efektif meskipun tujuan individu yang ada didalamnya dapat dipenuhi. Masalah efektivitas biasanya berkaitan erat dengan perbandingan antara tingkat pencapaian tujuan dengan rencana yang telah disusun sebelumnya, atau perbandingan hasil nyata dengan hasil yang direncanakan.Pengertian tersebut suatu pembelajaran dikatakan efektif jika pembelajaran tersebut mencapai tujuan. Soekarwati yang dikutip Suyatinah (2005:409-410) menyatakan bahwa keefektifan menunjuk pada evaluasi terhadap suatu proses yang menghasilkan suatu keluaran yang dapat diamati atau keberhasilan suatu program. Pembelajaran yang efektif akan terjadi apabila hubungan antara guru dan siswa baik. Bila guru membangun hubungan baik, guru tidak perlu berganti dari satu peran ke peran lain. Sebaliknya, apabila hubugan guru dan siswa tidak baik, teknik mengajar yang bagaimanapun baiknya tidak akan ada gunanya Gordon&Burch yang dikutip Suyatinah (2005:410). Dari pendapat tersebut, untuk menarik keterlibatan siswa dalam pembelajaran guru harus membangun hubungan baik, yaitu menjalin rasa saling menghormati dan saling pengertian. Hubungan yang baik akan membuat jembatan menuju gairah belajar siswa. Menurut Degeng yang dikutip Suyatinah (2005:410) keefektifan pembelajaran biasanya diukur dengan tingkat pencapaian hasil belajar siswa. Ada empat kriteria yang dipakai untuk menetapkan keefektifan pembelajaran yaitu: (a) kecermatan penguasaan terhadap sesuatu yang dihadapai, (b) kecermatan unjuk kerja, (c) tingkat alih (d) tingkat retensi. Menurut Moh Uzer Usman yang dikutip Suyatinah (2005:410-411) dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif, sedikitnya lima jenis variabel yang menentukan keberhasilan siswa, yaitu: (1) melibatkan siswa aktif, (2) menarik minat, (3) membangkitkan motivasi siswa, (4) prinsip individual, dan (5) peragaan dalam pembelajaran. Dalam deskripsi tersebut tergambar bahwa keefektifan pembelajaran bukan saja bertalian dengan produk pembelajaran tetapi juga menunjuk pada proses pembelajaran. Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa efektivitas berkaitan dengan terlaksananya semua tugas pokok, tercapainya tujuan, ketepatan waktu, dan adanya partisipasi aktif dari anggota.

0 komentar:

Poskan Komentar