Media Pembelajaran Interaktif

Tinjauan tentang Media Pembelajaran Interaktif Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia interaktif merupakan kata sifat, berasal dari kata interaksi yang berarti hal saling melakukan aksi; berhubungan; mempengaruhi; dan antarhubungan. Sedangkan program/media interaktif adalah suatu program yang mencakup berbagai sumber yang terintegrasi dalam suatu komputer sebagai inti sistem, sengaja dirancang dan secara terstruktur memberi peluang untuk terjadinya interaktifitas antara pengembang dengan pengguna secara fleksibel sehingga terjadi proses belajar (Hackbart, 1996). Menurut Simonson dan Thompson interaktif tidaknya suatu program pembelajaran dapat dilihat dari tingkatan respon/umpan balik. Dalam program/media pembelajaran interaktif seteleh siswa memberikan respon harus segera diberi umpan balik yang dapat berupa komentar, pujian, peringatan, atau perintah tertentu bahwa siswa benar atau salah. Umpan balik akan semakin menarik jika disertai ilustrasi suara atau gambar atau video klip. Gayestik (1992:17) menyatakan bahwa suatu sistem komunikasi interaktif berbasis komputer mampu menciptakan, menyimpan, menyajikan, dan mengakses kembali informasi berupa teks, grafik, suara, video atau animasi. Hal senada juga dikemukan oleh D’Aloisio (1998:1) media pembelajaran interaktif atau juga disebut dengan multimedia interaktif merupakan pengintegrasian lebih dari satu media, teks, grafik, suara, video dan animasi tetapi juga dapat mengendalikan penyampaian elemen-elemen media yang beragam. Dengan kata lain makna interaktif lebih menekankan pada proses pemberdayaan siswa untuk mengendalikan materi ajar dengan menggunakan komputer. Hubungan timbal balik antara komputer dengan pengguna dapat melalui alat-alat perantara seperti monitor, keyboard, mouse dan sebagainya. Jadi dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif adalah suatu media yang sengaja dirancang dengan komputer sebagai media inti sistemnya dan dalam proses pembelajaran pengguna sistem dapat memberikan respon/umpan balik ke siswa sehingga akan lebih menarik perhatian siswa dalam belajar. Dengan dikembangkannya media pmbelajaran interaktif diharapkan kemampuan guru baik dalam mengelola kelas ataupun menyampaikan materi pelajaran dapat lebih meningkat. Peningkatan kemampuan guru atau pendidik dalam proses belajar mengajar dapat dilihat melalui indikator keberhasilan yang dicapai oleh siswa dalam bentuk nilai, meningkatnya motivasi dan perhatian siswa, dan siswa lebih cepat dan mudah dalam menerima materi pelajaran yang disampaikan. Hal senada disampaikan oleh Djamarah (1997:120) yang menyatakan bahwa suatu proses belajar dianggap berhasil apabila: (1) daya serap terhadap materi pengajaran yang diberikan mencapai prestasi tinggi, baik secara individu maupun kelompok, (2) perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran dicapai oleh siswa baik secara individu maupun secara kelompok.

0 komentar:

Poskan Komentar